Sejarah Desa

  1. KONDISI GEOGRAFIS

 Desa Merbuh merupakan salah satu dari 13 desa se Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal. Terletak di daerah pegunungan pada 350 dpl, kurang lebih 30 Km ke arah Tenggara dari Ibu Kota Kabupaten Kendal dan arah selatan dari Ibu Kota Kecamatan Singorojo. Adapun secara geografis wilayah Desa Merbuh memiliki batas-batas sebelah utara berbatasan dengan Desa Trayu Kecamatan Singorojo, sebelah timur berbatasan dengan Desa Meteseh Kecamatan Boja, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Bebengan Kecamatan Boja dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kedungsari Kecamatan Singorojo. Sedangkan luas wilayah Desa Merbuh adalah 990,90 km2 atau 990,90 Ha terdiri dari tanah sawah seluas 72 Ha dan tanah darat seluas 871,90 Ha. Adapun secara administratif Desa Merbuh terbagi dalam 7 (tujuh) dusun dan secara kelembagaan terbagi dalam 7 (tujuh) RW dan 26 RT.

Relief wilayah Desa Merbuh terletak sekitar 350 m dari permukaan laut berupa pegunungan, sebagian besar wilayahnya terdiri dari tanah kering. Areal perkebunan merupakan lahan yang paling luas, terletak di sebelah utara dan timur, merupakan tanah perkebunan negara PTP Nusantara IX Kebun Merbuh yang luasnya kurang lebih 484,60 Ha, disamping itu areal hutan negara seluas 51,30 Ha terletak di bagian timur.

Desa Merbuh merupakan salah satu desa yang tiang penyangga ekonominya berada pada sektor pertanian. Melihat kondisi seperti ini, maka jenis tanaman yang cukup produktif untuk dikembangkan adalah padi, kacang hijau, kedelai, pada lahan kering yaitu pekarangan dan tegalan untuk tanaman jagung dan buah-buahan yang meliputi durian, rambutan, pisang. Sumber daya alam sangat bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan dan manusia. Kenyataan yang ada sekarang ini sumber daya air di Desa Merbuh pada musim kemarau mengalami kekeringan.

  1. GAMBARAN UMUM DEMOGRAFIS

Penduduk Desa Merbuh terus mengalami pertumbuhan, dari tahun 2014 sebanyak 4.429 jiwa mengalami pertumbuhan sebesar 11,8% sampai dengan akhir tahun 2017 menjadi sebesar 4.746 jiwa dan 1.525 KK, dengan perincian laki-laki 2.402 jiwa dan perempuan 2.344 jiwa.

Penduduk Desa Merbuh dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok usia yaitu :

Tabel 1 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia.

 

Kelompok Usia 0-5 tahun 6-20 tahun 21-60 tahun 60 tahun keatas
Jumlah (jiwa) 620 1.093 1950 348

Sumber : Data Monografi Desa Merbuh Tahun 2016

Sedangkan Komposisi Penduduk Desa Merbuh berdasarkan Jenis Pekerjaan, Pendidikan, Mata Pencaharian/Lapangan Usaha sebagai berikut :

  1. Komposisi penduduk berdasarkan jenis pekerjaan.

Tabel 2 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan

 

Jenis Pekerja an Pen duduk PETANI Nela-yan Peng-usaha Sedang/ Besar Peng-rajin/ Industri Kecil Buruh Peda- gang Peng-ang kutan PNS TNI/ Polri Pensiunan Jml
Pe-milik Ta-

nah

Peng-garap Lahan Peng-garap Penye- kap Buruh Tani Indus-  tri Bangunan Pertam-bangan Perkebunan
Jumlah (jiwa) 4.746

Sumber : Data Monografi Desa Merbuh Tahun 2016

  1. Komposisi penduduk berdasarkan pendidikan.

Tabel 3 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

1) Pendidikan Umum

 

Tingkat Pendidikan Belum Sekolah Tidak Tamat SD Tamat SD/ Sederajat Tamat SLTP/ Sederajat Tamat SLTA/ Sederajat Tamat Akademi/ Sederajat Tamat PT/ Sederajat Buta Huruf Jumlah
Jumlah (Jiwa)

 

2) Pendidikan Khusus

 

Tingkat Pendidikan SLB …… …… …… …… …… …… …… Jumlah
Jumlah (Jiwa) 1.516 …… …… …… …… …… …… …… …….

Sumber : Data Monografi Desa Merbuh Tahun 2017

  1. Komposisi penduduk berdasarkan Lapangan Usaha.

 

Tabel 4 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Lapangan Usaha

 

Lapangan Usaha Pertanian, kehutanan, perkebun-an dan perikanan Pertam-bangan dan Peng- galian Industri Peng-olahan Listrik dan Air Minum Bangun-an/ Kon-struksi Perda-gangan Besar, Eceran, Rumah makan & Hotel Ang-kutan, Pergu-dangan dan Komu- nikasi Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan Bangunan dan Jasa Perusahaan Jasa Sosial Kemasyarakatan dan Perorang-an Lainnya (Kegiatan yang belum jelas batas-annya) Jumlah
Jumlah (jiwa) 3.957 20 25 11 35 5 48 50 80 48

Sumber : Data Monografi Desa Merbuh Tahun 2017

Laporan lebih rinci dapat dilihat pada Laporan Penduduk Bulan Desember 2017 sebagaimana terlampir.

  1. KONDISI EKONOMI
  2. Perkembangan Perekonomian Desa

Pertumbuhan ekonomi Desa Merbuh dipengaruhi oleh pertumbuhan hasil pertanian, industri kecil atau rumah tangga dan keberadaan pusat perekonomian

  1. Pendapatan Perkapita

Pendapatan perkapita (pendapatan setiap orang per tahun)  merupakan salah satu indikator kondisi perekonomian Desa Merbuh. Pendapatan perkapita penduduk Desa Merbuh pada Tahun 2017 sebesar Rp.20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah). Dengan pendapatan perkapita penduduk tersebut berarti rata-rata penduduk Desa Merbuh memiliki penghasilan + Rp1.667.000,00 per bulan, artinya sudah lebih rendah dari UMK Kabupaten Kendal Tahun 2017.

  1. Potensi Unggulan

Desa Merbuh memiliki beragam potensi sumberdaya yang bisa dikembangkan, baik yang berasal dari sumberdaya alam maupun sumber daya buatan. Beberapa potensi unggulan dalam rangka mendukung pengembangan Desa Merbuh meliputi :

  • Industri rumah tangga

Desa Merbuh memiliki industri rumah tangga Veener. Industri ini terletak di Dukuh Kalijati dan Dukuh Kebonadem Desa Merbuh Kecamatan Singorojo.

  • Industri Kecil Makanan

Di Desa Merbuh memiliki banyak produk industri kecil, diantaranya adalah Keripik Pisang, Keripik Singkong dan makanan kecil lainnya. Industri rumahan tersebut banyak dijalankan oleh ipara ibu rumah tangga di Desa Merbuh untuk menambah penghasilan keluarga.

  • Peternakan Ayam Potong

Seiring dengan kemajuan dunia peternakan dan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, di Desa Merbuh memiliki pengusaha ternak ayam potong sebanyak 20 peternak. Lokasinya menyebar di Dusun Kebonadem, Dusun Merbuh, Dusun Mijen, Dusun jonjang, dan paling banyak di Dusun Kalijati. Pemasarannya selain disekitar wilayah Kendal juga keluar daerah. Jumlah tenaga kerja + 175 orang dengan omset yang dihasilkan dalam 1 tahun + Rp2.000.000.000,00

  • Ternak Ayam Petelur

Selain ayam potong di Desa Merbuh juga terdapat peternakan ayam petelur yang dimiliki oleh warga sekitar sekitar 5 orang peternak dan juga terdapat satu perusahaan besar yang sudah berwujud PT dengan kapasitas 200.000 ekor ayam petelur, dan telah mampu menyerap puluhan orang masyarakat sebagai pekerja, dengan omset yang dihasilkan dalam 1 tahun + Rp5.000.000.000,00

  • Pembuatan Batako.

Di Desa Merbuh telah memiliki industri pembuatan batako yang dikelola oleh masyarakat. Jumlah pengusaha ada 3 orang dengan tenaga kerja 12 orang. Industri ini terletak didusun Mijen dengan jumlah pengusaha 2 orang, dusun Karanggeneng sejumlah 4 orang, Pemasaran produknya disekitar Kecamatan Singorojo. Omset yang hasilkan setiap tahun + Rp225.000.000,00.

  • Penggergajian Kayu (Sawmill).

Seiring dengan perkembangan pemanfaatan lahan dengan sistim penanaman tanaman keras di Desa Merbuh telah memiliki industrian penggergajian kayu (sawmill) yang dikelola oleh masyarakat. Jumlah pengusaha ada sekitar 2 orang dengan tenaga kerja 10 orang dan dusun Mijen sejumlah 1 orang dan Jurangbrengos 1 orang. Pemasaran produknya hanya terbatas di sekitar Kecamtan Siboli (Singorojo, Boja, limbangan) Omset yang dihasilkan setiap tahun + Rp180.000.000,00.

Kepala Desa pertama yg terdaftar

1.bapak Atmorejo mochsjen dari tahun 1932-1970

2. Bapak Hadi Pranoto tahun 1971-1988

3. Bapak Ruchin tahun 1988-1998

4. Bapak Khoiriyanto tahun 1999-2007

5. Bapak Fajar Aji Triwiyanto.SE dari tahun 2008-sekarang

Facebook Comments